Sabtu, 08 April 2017

MINI PROJECT : PENDIDIKAN PRASEKOLAH DI TK PERWANIS

MINI PROJECT : PENDIDIKAN PRASEKOLAH DI TK PERWANIS
                                
TOPIK      :  (9) Ruang Lingkup Pendidikan Usia Prasekolah
 JUDUL      :   Pendidikan Anak Prasekolah di TK PERWANIS

Bobby Andrean (16.160)
M. Ridho NST (16.165)
Tamara Dwi Astari (16.178)
Putri Dina Lorenza (16.185)
Putri Dwinastiti (16.200)
Karin Dira Amira (16.222)
Ifan Lubis (16.223)



BAB 1 :  PERENCANAAN

1.1              PENDAHULUAN
Pendidikan prasekolah adalah hal yang menarik perhatian orang tua, masyarakat, dan pemerintah sebagai pengambil keputusan. Seiring berkembangnya zaman, orang tua menyadari bahwa kualitas pada masa anak-anak (early childhood), termasuk masa prasekolah, merupakan cermin kualitas bangsa di masa depan.
Pada masa kini, kebanyakan orang tua berlomba-lomba memasukkan anaknya ke sekolah secepat mungkin dengan alasan agar anak pintar lebih cepat dari anak-anak lainnya. Yang menjadi fokus penelitian ini adalah apakah kegiatan atau pendidikan yang diberikan lembaga pendidikan prasekolah masa kini sudah sesuai dengan tahapan perkembangan atau kurikulum yang semestinya?

1.2              LANDASAN TEORI
1.2.1    Sejarah dan Tokoh
Sebagai ayah pendidikan anak usia bayi, Frederich Wilhelm Froebel, sangat mempengaruhi rancangan model sekolah prasekolah di seluruh dunia masa kini. Ia menciptakan garden of children atau kindergarten (Taman Kanak-Kanak) dimana pendidikan di dalamnya perlu mengikuti sifat anak pada masa itu, yaitu bermain. Hal penting lainnya adalah dasar bagi kurikulum yang dirancang Froebel, yaitu gift (objek yang dapat dipegang dan digunakan anak sesuai instruksi guru, sehingga anak dapat belajar tentang bentuk, ukuran, warna, dan menghitung), occupation(materi untuk mengembangkan berbagai keterampilan, seperti menjahit sesuai pola, membuat bentuk mengikuti pola, menggunting, menggambar, menempel dan melipat kertas, dll), nyanyian, dan permainan yang mendidik.

1.2.2    Anak Prasekolah
Menurut Biechler dan Snowman (1993), anak prasekolah adalah anak usia 3-6 tahun. Snowman (1993) mengemukakan ciri-ciri anak prasekolah yang biasanya ada di TK. Ciri-ciri yang dikemukakan meliputi :
Ciri Fisik :
         Sangat aktif, menyukai kegiatan yang dilakukan sendiri
         Kemampuan motorik kasar lebih berkembang daripada kemampuan motorik halus
         Memiliki kesulitan dalam memfokuskan pandangan pada objek kecil yang menyebabkan koordinasi tangan dan mata belum sempurna
        Anak laki-laki lebih terampil melakukan kegiatan motorik kasar, sedangkan anak perempuan lebih terampil melakukan kegiatan motorik halus

Ciri Sosial :
        Umumnya memiliki satu atau dua sahabat berjenis kelamin sama, namun cepat berganti karena anak sangat mudah menyesuaikan diri
         Kelompok bermain kecil dan tidak terstruktur
         Perselisihan sering terjadi namun tidak akan berlangsung lama, biasanya karena perebutan mainan
         Memiliki kesadaran akan gender dan sex typing

Ciri Emosional :
         Cenderung mengekspresikan emosinya dengan bebas dan terbuka dan lebih sering berperilaku               tempertantrum

Ciri Kognitif :
         Sudah terampil berbahasa dan sangat senang berbicara
         Kompetensi anak perlu dikembangkan melalui interaksi sesuai dengan minat

1.2.3        Pendidikan Prasekolah
Menurut The National Association for The Education of Young Children (NAEYC), pendidikan prasekolah (early childhood education) adalah pelayanan yang diberikan dalam tatanan masa kanak awal. Fungsi pendidikan prasekolah sendiri merupakan sebagai persiapan anak untuk masuk ke jenjang pendidikan yang lebih matang.
Menurut UU RI No.2/1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 12 (2), pendidikan prasekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan untuk mengembangkan pribadi, pengetahuan, dan keterampilan yang melandasai pendidikan dasar serta mengembangkan diri secara utuh sesuai dengan asas pendidikan sedini mungkin dan seumur hidup.

1.2.4        Bermain
Menurut Bergen (1988), bermain dalam tatanan pendidikan prasekolah dapat digambarkan sebagai berikut :
       Bermain bebas ; kegiatan bermain dimana anak berkesempatan melakukan berbagai pilihan alat dan memilih bagaimana menggunakan alat tsb
    Bermain dengan bimbingan ; kegiatan bermain dimana guru memilih alat dan anak dapat memilih untuk menggunakannya dengan konsep tertentu
      Bermain dengan diarahkan ; kegiatan bermain dimana guru mengajarkan bagaimana menyelesaikan suatu tugas khusus

Melalui kegiatan bermain, guru mendapat gambaran tentang tahap perkembangan dan kemampuan umum anak. Bentuk bermain tersebut :
Bermain Sosial
Dengan bentuk seperti ini, guru dapat melihat partisipasi anak dalam suatu kegiatan bermain dan akan menunjukkan derajat partisipasi berbeda. Parten (1932) dan Brewer (1992) menjelaskan berbagai derajat partisipasi anak :
        Solitary Play ; anak bermain sendiri tanpa menghiraukan anak lainnya
        Onlooker Play ; anak hanya sebagai penonton dalam permainan tersebut
     Parallel Play ; anak menggunakan mainan yang sama atau meniru cara anak lain bermain, namun tetap bermain sendiri
        Associative Play ; anak bermain bersama namun permainan tidak terstruktur
        Cooperative Play ; anak bermain bersama dengan aturan-aturan tertentu

1.2.5    Praktik Pendidikan Anak Prasekolah
Pada tahun 1986, NAEYC meneliti isu praktik yang cocok dikembangkan pada program masa awal anak-anak. Dalam suatu studi, anak-anak yang mengikuti pendidikan prasekolah dengan praktik yang cocok menurut dokumen yang diterbitkan NAEYC memperlihatkan perilaku kelas yang lebih cocok dan kebiasaan belajar yang lebih baik (Hart & others, 1993).
KOMPONEN
PRAKTIK YANG COCOK
PRAKTIK YANG
TIDAK COCOK
Perkembangan bahasa, melek huruf, dan
perkembangan kognitif
Mendengar dan membaca cerita, bermain drama, mengikuti kunjungan lapangan, berbicara secara informal dengan anak-anak dan orang dewasa lain
Mengenal huruf tunggal, membaca alphabet, menyanyikan nyanyian alphabet, mewarnai sesuai pola, menulis huruf di atas pola yang sudah tercetak
Mengembangkan pemahaman konsep diri dengan berinteraksi dengan lingkungan, mencari solusi atas masalah konkret, mempelajari matematika, sains, ilmu sosial, kesehatan yang diintegrasikan melalui kegiatan bermakna
Pelajaran menekankan perkembangan keterampilan secara terpisah melalui ingatan. Perkembangan kognitif anak dilihat sebagai terkotak-kotak dalambidang pelajaran, dan jadwal disusun untuk setiap pelajaran itu
Perkembangan fisik
Mengembangkan otot besar melalui berlari, melompat, melakukan kegiatan di luar rumah dan direncanakan setiap hari
Peluang untuk mengembangkan otot besar terbatas karena belajar terfokus di dalam ruangan
Mengembangkan otot kecil melalui melukis, menggunting, dll
Kegiatan otot kecil terbatas pada menulis dengan pensil, mewarnai bentuk yang sudah digambar sebelumnya, dll
Perkembangan astetika dan motivasi
Mengekspresikan diri dengan seni dan musik difasilitasi oleh alat seni
Seni terdiri dari mewarnai sesuai contoh, menyanyi mengikuti arahan guru
Keingintahuan untuk memahami dunia digunakan untuk memotivasi anak untuk terlibat dalam belajar
Anak diwajibkan berpartisipasi, untuk memperoleh hadiah atau untuk menghindari hukuman
Namun semakin berkembangnya zaman juga menuntut perubahan praktik yang dilakukan oleh lembaga pendidikan prasekolah, namun tetap disesuaikan dengan tahap perkembangan anak sehingga menghasilkan perilaku yang diinginkan serta menjadi persiapan yang matang untuk anak masuk ke kelas satu.

ALAT/BAHAN
Kamera
Notes
Pulpen

1.4 Analisa Data
            Data di peroleh melalui kegiatan observasi langsung di lembaga pendidikan prasekolah yang telah di tentukan. Data yang telah di peroleh akan diolah sesuai dengan teori pendidikan anak pra sekolah.

1.5 SAMPEL PENELITIAN DAN LOKASI PENGAMBILAN DATA
            Sampel : Siswa dan guru kelas TK A di TK Perwanis
            Tempat : TK PERWANIS Jln. Sei Batang serangan No. 4 Medan


JADWAL PELAKSANAAN
URAIAN
TANGGAL
Diskusi pemilihan topik
10 maret 2017
Diskusi pemilihan judul
17 Maret 2017
Observasi
23 Maret 2017
Pengolahan data
6 April 2017
Diskusi kelompok
6 April 2017
Pembuatan poster
8 April 2017
Posting Blog
9 April 2017

 BAB 2 : PELAKSANAAN
SISTEMATIS PELAKSANAAN PENELITIAN
10 Maret 2017 : Diskusi pemilihan topik
17 Maret 2017 : Diskusi pemilihan judul dan teori
23 Maret 2017 : Observasi
06 April 2017 : Pengolahan Data
06 April 2017 : Diskusi kelompok
08 April 2017 : Pembuatan poster
09 April 2017 : posting blog

BAB 3 : LAPORAN DAN EVALUASI
Laporan
1.      Jadwal Kegiatan (kamis 23 Maret 2017)
08.30 - 09.40 : Sesi kelas pertama
09.40 – 10.00 : Istirahat, Bermain bersama diluar kelas, cuci tangan dan berdoa
10.00 – 10.15 : makan bersama di dalam kelas
10-.15 – 11.00 : Sesi kelas kedua, Pulang
2.      Sistematika Observasi
·         Kelompok tiba di TK Perwanis pukul 08.30. anak anak sedang melangsungkan sesi kelas pertama.

·         Pukul 09.00 anak anak sedang mengerjakan soal yang ada di buku berupa mencocokan gambar satu dengan yang lain dan melukis.

Kelas yang berisi 15 orang, namun yang hadir hanya 12 orang pada hari Kamis, 23 Maret 2017. Kelas dipimpin oleh satu orang guru, yaitu Ibu Halimah. Kelas berukuran kurang lebih 5x5 m dengan tiga meja besar. Dinding kelas diisi dengan hasil karya anak-anak.

Pukul 09.40 anak-anak selesai sesi kelas pertama. Anak-anak diizinkan bermain di taman sekolah hingga pukul 10.00.



Pukul 10.00 anak-anak masuk ke kelas masing-masing dan makan bersama, sebelum makan mereka baca doa bersama. Kelompok menemani anak-anak makan sampai selesai.
Kelas yang berisi 15 orang, namun yang hadir hanya 12 orang pada hari Kamis, 23 Maret 2017. Kelas dipimpin oleh satu orang guru, yaitu Ibu Halimah. Kelas berukuran kurang lebih 5x5 m dengan tiga meja besar. Dinding kelas diisi dengan hasil karya anak-anak.
Setelah selesai makan, anak-anak membaca doa. (1) Bu Halimah membagikan puzzle kepada masing-masing anak. (2) Setelah selesai memasang puzzle Bu Halimah memanggil satu-satu anak untuk membaca iqra. (3) Setelah membaca iqra anak-anak menghitung dengan menggunakan tiga bahasa, yaitu; Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab.
           
Beberapa anak yang mendapat perhatian khusus dari guru adalah:
1.      A : sulit menangkap pelajaran dan sulit berkonsentrasi
2.      O : lebih muda dari teman-teman yang lain sehingga belum terlalu jelas dalam berbahasa
3.      Z : lebih aktif

Pukul 11.00, anak-anak pulang. Jika anak-anak belum dijemput orang tuanya, mereka tidak diizinkan keluar dari halaman sekolah. Selagi menunggu orang tuanya, anak-anak diizinkan menghabiskan bekal makanan atau bermain.
A dan K bermain mobil-mobilan. AT hanya melihat mereka bermain. Dan yang lainnya bermain di taman.



 EVALUASI
            Kegiatan prasekolah menurut dasar kurikulum Froebel :
·         Gift : objek yang dapat dipegang dan digunakan anak sesuai instruksi guru, sehingga anak dapat belajar tentang bentuk, ukuran, warna, dan menghitung. Anak-anak di TK Perwanis sudah menggunakan objek langsung.
·         Occupation : materi untuk mengembangkan keterampilan, seperti memasang puzzle, menghitung, menggambar, dan membuat bentuk mengikuti pola, dll. Anak-anak di TK Perwanis sudah memenuhi dasar kurikulum ini.
·         Nyanyian : anak-anak di TK Perwanis menggunakan nyanyian di dalam kelas dan menghitung dengan nyanyian.

Kegiatan prasekolah dilihat dari pemenuhan perkembangan fisik, kognitif, dan sosioemosional :
·         Fisik : anak-anak di TK Perwanis berolahraga kecil dan menari sebelum masuk kelas. Selain itu, anak-anak pada saat istirahat diizinkan bermain, berlari, melompat, memanjat bersama dengan teman-temannya.
·         Kognitif : anak-anak di TK Perwanis melatih kognisi dengan melalui hafalan iqra, huruf, dan angka.
·         Sosioemosional : anak-anak di TK Perwanis melatih perkembangan sosioemosional melalui kegiatan bermain dengan teman-temannya. Mereka dilatih untuk berinteraksi dan menyesuaikan emosi mereka di lingkungan sekolah.


TESTIMONI
            Muhammad Ridho Nst (16-165)
            Menurut saya, tugas observasi ini sangat menyenangkan saya bisa mendapat pelajaran baru dan suasana baru. Saya bisa mengenal anak anak TK yang ramah dan baik dan juga guru guru TK ramah, saya banyak mengambil pelajaran dari lingkunag TK.

Tamara Dwi Astari (16-178)
            Menurut saya, tugas observasi kecil ini adalah hal yang baru dan merupakan tugas yang menyenangkan bagi saya, karena disini kami menggunakan anak-anak sebagai penelitian lucu dan menerima kelompok kami dengan sangat ramah dan baik. Sehingga membuat kelompok merasa ingin bermain lagi dengan mereka. Dan disisni saya tau bagaimana proses pembelajaran pada anak-anak tersebut.
           
Putri Dina Lorenza (16-185)
            Menurut saya observasi ini sangat menyenangkan saya bisa mengenal lingkungan TK dan anak anak TK yang bermacam ragam, saya jadi mengerti bagaimana pola perkembangan pembelajaran di TK.
            Putri Dwinastiti (16-200)
            Menurut saya, observasi ini cukup menyenangkan disamping saya bisa mengenal anak TK yang menyenangkan, ditambah dengan guru yang ramah, dan saya memetik pelajaran dari TK ini dan mengerti bagaimana proses pembelajaran pada anak-anak.
Karin Dira Amira (16-222)
            Menurut saya, tugas observasi ini adalah tugas yang menyenangkan, karena pada kesempatan ini saya menemukan hal-hal baru yang tidak biasanya saya temukan. Pada saat itu, saya banyak belajar tentang bagaimana cara kuta memperlakukan anak agar anak tersebut dapat memahami pelajaranya, dari situ saya belajar untuk melatih kesabaran saya terhadap anak-anak, dan melatih jiwa bersosialisasi saya dengan anak-anak.
           


Ifan Lubis (16-223)
            Menurut saya, tugas observasi ini adalah tugas yang menyenangkan karena saya dapat mengenal anak anak TK yang memiliki bermcam sifat, guru guru yang ramah juga lingkungan TK yang menyenangkan.

POSTER

LAMPIRAN




Daftar Pustaka
DAFTAR PUSTAKA

Patmonodewo, DR. Soemiarti. 2000. Pendidikan Anak Prasekolah. Jakarta : PT. Rineka Cipta dan Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Papalia, Diane E., Olds Sally Wendkos, Feldman Duskin Ruth. 2008. Human Development Edisi 10 Buku 1. Jakarta : Salemba Humanika
Santrock, John W.. 2002. Life-Span Development : Perkembangan Masa Hidup, Edisi 5, Jilid 1,University of Texas at Dallas. Jakarta : Erlangga
Hurlock, Elizabeth B.. 1980. Developmental Psychology : A Life-Span Approach, Fifth Edition. Jakarta: Erlangga





Senin, 27 Maret 2017

Psikologi Pendidikan: Kognitif dan Bahasa

PERKEMBANGAN KOGNITIF DAN BAHASA

Proses dan Periode dalam Perkembangan           

Proses:
·         Proses biologis adalah perubahan tubuh anak.
·         Proses kognisi adalah perubahan dalam pemikiran, kecerdasan, dan bahasa anak.
·         Proses sosioemosional adalah perubahan dalam hubungan anak dengan orang lain, perubahan dalam emosi, dan perubahan dalam kepribadian.

Periode perkembangan:
·         Infancy adalah periode dari kelahiran sampai usia 24 bulan.
·         Early Chilhood (prasekolah) adalah periode dari akhir masa bayi sampai umur 5 atau 6 bulan.
·         Middle and Late Chilhood (masa sekolah dasar0 dimulai dari usia 6-11 tahun.
·         Adolescene (remaja) adalah transisi dari masa anak-anak ke usia dewasa.
·         Early Adulthood dimulai di akhir usia remaja atau awal 20-an sampai 30-an.
·         Adult (dewasa).

Perkembangan kognitif
Ø  Otak
Sampai saat ini belum banyak diketahui tentang bagaimana perubahan otak saat usia anak-anak dan ketika mereka tumbuh. Meski sudah ada kemajuan lumayan dalam upaya menjelaskan perubahan perkembangan otak, namun masih banyak hal yang belum diketahui.

Ø  Daerah dan Sel Otak
Jumlah dan ukuran saraf otak terus bertambah setidaknya sampai usia remaja. Penambahan ukuran otak juga disebabkan oleh myelination, sebuah proses dimana banyak sel otak dan sistem sara diselimuti oleh lapisan-lapisan sel lemak yang bersekat-sekat. Synapse adalah jarak tipis antar neuron tempat terbentuknya koneksi antar neuron. Lateralisasi adalah spesialisasi fungsi dalam satu bagian otak atau bagian lainnya. Dalam individu dengan otak yang utuh, ada spesialisasi fungsi dibeberapa area yaitu: Pemrosesan Verbal dan Pemrosesan Nonverbal.



Perkembangan Bahasa
Bahasa adalah bentuk komunikasi, baik itu lisan maupun tulisan bahkan tanda, yang didasarkan pada sistem simbol. Semua bahasa manusia juga punya aturan, yaitu Morfologi adalah aturan untuk mengkombinasikan morfem, yang merupakan serangkaian suara yang merupakan kesatuan bahasa terkecil. Sintaks adalah makna kata dan kalimat. Pragmantis adalah penggunaan percakapan yang tepat.

Bahasa berkembang melalui tahap-tahap, dimulai dari tahap 0-6 bulan bayi akan sekedar bersuara, membedakan huruf hidup, berceloteh pada akhir periode. Tahap 6-12 bulan celotehan bayi akan bertambah dengan mencakup suara dari bahasa ucap dan isyarat digunakan untuk mengomunikasikan suatu objek. Tahap 12-18 bulan bayi akan mengucapkan kata pertama dan rata-rata memahami 50 kosakata lebih. Tahap 18-24 bulan kosakata pada bayi bertambah sampai rata-rata 200 buah. Tahap 2 tahun kosakata pada anak akan bertambah cepat, penggunaan bentuk jamak secara tepat, penggunaan kata lampau, dan penggunaan beberapa preposisi atau awalan. Tahap 3-4 tahun rata-rata panjang ucapan naik dari 3 sampai 4 morfem perkalimat, menggunakan pertanyaan, menggunakan bentuk negatif dan perintah, pemahaman pragmatis bertambah. Tahap 5-6 tahun kosakata mencapai rata-rata 10.000 buah, koordinasi kalimat sederhana. Tahap 6-8 tahun kosakata bertambah cepat, lebih ahli menggunakan aturan sintaks, keahlian bercakap meningkat. Tahap 9-11 tahun definis kata mencakup sinonim, strategi berbicara terus bertambah. Tahap 11-14 tahun kosakata dengan kata-kata abstrak, pemahaman bentuk kata bahasa kompleks, pemahaman fungsi kata dalam kalimat, memahami metafora dan satire. Tahap 15-20 tahun dapat memahami karya sastra dewasa.

Psikologi Pendidikan: Motivasi

MOTIVASI

Apa itu Motivasi?
Motivasi adalah proses yang memberi semangat, arah, dan kegigihan perilaku. Artinya, perilaku yang termotivasi adalah perilaku yang penuh energi, terarah, dan bertahan lama.

Prespektif tentang Motivasi
Prespektif psikologis menjelaskan motivasi dengan cara yang berbeda berdasarkan prespektif yang berbeda pula. Mari kita bahas 4 prespektif: behavioral, humanistis, kognitif, dan sosial.
Ø  Prespektif Behavioral
Prespektif behavioral menekankan imbalan atau hukuman eksternal sebagai kunci dalam menentukan motivasi murid.
Ø  Prespektif Humanistis
Preskpektif humanistis menekankan pada kapasitas murid untuk mengembangkan kepribadian, kebebasan untuk memilih nasib mereka, dan kualitas positif (seperti peka terhadap orang lain).
Ø  Prespektif Kognitif
Menurut prespektif kognitif, pemikiran murid akan memandu motivasi mereka. Prespektif kognitif juga menekankan arti penting dari penentuan tujuan, perencanaan dan monitoring kemajuan suatu tujuan.
Ø  Prespektif Sosial
Kebutuhan afiliasi murid tercermin dalam motivasi mereka untuk menghabiskan waktu bersama teman, kawan dekat, ketertarikan mereka dengan orang tua, dan keinginan untuk menjalin hubungan positif dengan guru.


MOTIVASI UNTUK MERAIH SESUATU
Kita mulai bagian ini dengan mengeksplorasi perbedaan krusial antara motivasi ekstrinsik (eksternal) dan motivasi instrinsik (internal).

Motivasi Ekstrinsik dan Intrinsik
·         Motivasi Ekstrinsik adalah melakukan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang lain (cara untuk mencapai tujuan). Motivasi ekstrinsik sering dipengaruhi oleh insentif eksternal seperti imbalan atau hukuman. Misalnya, murid mungkin belajar keras mengahadapi ujian untuk mendapat nilai yang baik.

·         Motivasi Intrinsik adalah motivasi internal untuk melakukan sesuatu demi sesuatu itu sendiri (tujuan itu sendiri). Misalnya, murid mungkin belajar menghadapi ujian karena dia senang pada mata pelajaran yang diujikan itu.

Sabtu, 25 Maret 2017

KELOMPOK 8

Muhammad Ridho Nst (16-165)
Tamara Dwi Astari (16-178)
Putri Dina Lorenza (16-185)
Nalda Kirana (16-198)
Putri Dwinastiti (16-200)
Karin Dira Amira (16-222)
Ifan Lubis (16-223)


1. Bagaimana pandangan dan penilaian kelompok anda sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah psikologi pendidikan 2 sks harus memiliki email dan blog ditinjau dari uraian psikologi pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, Medan khususnya.


Menurut pandangan kelompok kami, menggunakan email dan blog penting, karena saat ini dunia pendidikan menerapkan penggunaan teknologi untuk membantu proses kegiatan belajar mengajar, khususnya medan. Meskinpun tidak banyak perguruan tinggi menggunakan e-learning sebagai media pembelajaran, tetapi mayoritas mahasiswi maupun pelajar di medan sudah mengenal dunia blog dan email itu melalui lingkungan luar. Jadi, mahasiswa sudah seharusnya memiliki blog dan email, karena itu dapat membantu mereka untuk menambah wawasan pengetahuan dan juga dapat berkomunikasi dengan dosen maupun temannya yang lain, tidak hanya orang terdekat saja, bisa juga dengan kerabat di luar negri. Di dalam blog kita bisa memasukan artikel-artikel apapun yang berguna untuk siapa saja. Orang lain dapat memperoleh ilmu dari artikel kita dengan hanya membuka link blog milik kita. Penggunaan blog dan email tidak terbatas pada daerah terdekat saja, tetapi seluruh dunia. Selain itu penggunaan blog dan email dalam pendidikan sangat penting agar kita lebih nyaman menggunakan fasilitas yang ada di kita, dan tidak terlalu monoton, selain itu juga kita bisa dimanapun dan kapanpun dapat belajar dengan mudah, tidak harus bertatap muka dengan pengajar atau dosen, tetapi kita mendapatkan ilmu yang kita butuhkan. Oleh karena itu kita sebagai pelajar ataupun mahasiswa harus dengan pandai memakai fasilitas yang sudah ada di lingkungan untuk kepentingan belajar. Contohnya seperti wifi yang ada di kampus, cafe, dan lain-lain.

Psikologi Pendidikan: Pembelajaran

Apa itu Pembelajaran?

Pembelajaran dapat didefinisikan sebagai pengaruh permanen atas perilaku, pengetahuan, dan keterampilan berpikir, yang diperoleh melalui pengalaman. 

Pendekatan untuk Pembelajaran

Telah ada pandangan tentang pendekatan untuk pembelajaran, di antaranya pendekatan kognitif dan behavioral.

Pendekatan Behavioral Untuk Pembelajaran
Pendekatan behavioral menekankan arti penting dari bagaimana anak membuat hubungan antara pengalaman dan perilaku, pendekatan behavioris dibagi atas 2 pengkondisian, yaitu:
·         Pengkondisian Klasik adalah tipe pembelajaran di mana suatu organisame belajar untuk mengaitkan atau mengasosiasikan stimuli. stimulus netral diasosiakan dengan stimulus yang bermakna dan menimbulkan kapasitas untuk mengeluarkan respon yang sama.
·         Pengkondisian Operan adalah bentuk pembelajaran di mana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan diulang. Ada beberapa pandangan tentang pengkondisian operan oleh beberapa tokoh, di antaranya:
Ø  Hukum Thorndike Efek (law effect) Thorndike menyatakan bahwa perilaku yang diikuti dengan hasil positif akan diperkuat dan bahwa perilaku yang diikuti hasil negatif akan diperlemah.
Ø  Pengkondisian Operan Skinner di mana konsekuensi perilaku akan menyebabkan perubahan dalam probabilitas perilaku itu akan terjadi. Imbalan dan hukuman akan lebih lanjut dijelaskan.
Ø  Penguatan (imbalan) (reinforcment) adalah konsekuensi yang meningkatkan probabilitas bahwa suatu perilaku akan terjadi. Sebaliknya, hukuman (punsihment) adalah konsekuensi yang menurunkan probabilitas terjadinya suatu perilaku.

Pendekatan Kognitif Sosial Untuk Pembelajaran
·         Teori Kognitif Sosial Bandura
Teori kognitif sosial (social cognitive theory) menyatakan bahwa faktor sosial dan kognitif, dan juga faktor perilaku, memainkan peran penting dalam pembelajaran. Faktor kognitif mungkin berupa ekspektasi murid untuk meraih keberhasilan, faktor sosial mungkin mencakup pengamatan murid terhadap perilaku orang tuanya.
·         Pembelajaran Observasional
Pembelajaran observasional juga dinamakan imitasi atau modeling adalah pembelajaran yang dilakukan ketika seseorang mengamati dan meniru perilaku orang lain.

Kamis, 02 Maret 2017

Psikologi Pendidikan dengan Teknologi

KELOMPOK 8

Muhammad Ridho Nst (16-165)
Tamara Dwi Astari (16-178)
Putri Dina Lorenza (16-185)
Nalda Kirana (16-198)
Putri Dwinastiti (16-200)
Karin Dira Amira (16-222)
Ifan Lubis (16-223)

  1.   Bagaimana pandangan dan penilaian kelompok anda sehubungan dengan kewajiban setiap mahasiswa yang mengikuti mata kuliah psikologi pendidikan 2 sks harus memiliki email dan blog ditinjau dari uraian psikologi pendidikan dan fenomena pendidikan di Indonesia, Medan khususnya.

Menurut pandangan kelompok kami, menggunakan email dan blog penting, karena saat ini dunia pendidikan menerapkan penggunaan teknologi untuk membantu proses kegiatan belajar mengajar, khususnya medan. Meskinpun tidak banyak perguruan tinggi menggunakan e-learning sebagai media pembelajaran, tetapi mayoritas mahasiswi maupun pelajar di medan sudah mengenal dunia blog dan email itu melalui lingkungan luar. Jadi, mahasiswa sudah seharusnya memiliki blog dan email, karena itu dapat membantu mereka untuk menambah wawasan pengetahuan dan juga dapat berkomunikasi dengan dosen maupun temannya yang lain, tidak hanya orang terdekat saja, bisa juga dengan kerabat di luar negri. Di dalam blog kita bisa memasukan artikel-artikel apapun yang berguna untuk siapa saja. Orang lain dapat memperoleh ilmu dari artikel kita dengan hanya membuka link blog milik kita. Penggunaan blog dan email tidak terbatas pada daerah terdekat saja, tetapi seluruh dunia. Selain itu penggunaan blog dan email dalam pendidikan sangat penting agar kita lebih nyaman menggunakan fasilitas yang ada di kita, dan tidak terlalu monoton, selain itu juga kita bisa dimanapun dan kapanpun dapat belajar dengan mudah, tidak harus bertatap muka dengan pengajar atau dosen, tetapi kita mendapatkan ilmu yang kita butuhkan. Oleh karena itu kita sebagai pelajar ataupun mahasiswa harus dengan pandai memakai fasilitas yang sudah ada di lingkungan untuk kepentingan belajar. Contohnya seperti wifi yang ada di kampus, cafe, dan lain-lain.